Baiklah….
Ga dapet hadiah
Ga dapet sejarah
Tapi paling engga aku dapet kenang2an
Alat pengukur tensi elektronik : 104/70
Mbak pengukur tensi : “Nanti bisa kembali setengah jam lagi, barangkali naik….”
Anis : “…”
*setengah jam kemudian (setelah makan bayam dan minum kopi loohhh….)
Mbak pengukur tensi : (mengambil alat yang manual)
Anis : “Loh kok ganti Mbak”
Mbak pengukur tensi : “Ini lebih akurat, tapi ya bedanya cuma sekitar 6″
Anis : “Hooo…”(barangkali tekanan darah eike bisa naik gitu)
Sunyi sesaat..
Mbak pengukur tensi : (ngulang dua kali)
Anis : (dalam hati) “Tanda-tanda ga bener ne..”
Mbak pengukur tensi : “90/60″
Anis : “…”
Anis : “Gak boleh ya mbak?”
Mbak pengukur tensi : “Gak boleh…”
Anis : “…”
Mbak pengukur tensi : “Mungkin bisa kembali setengah jam lagi”
Anis : “….”
Anis : “……………………………..”
*end (ga jadi blood donation)
