Torpedo scene (by Mum)

Suatu hari, ibuku mencoba facial di salah satu institusi ke”wajah”an terkemuka.

Setelah sekian lama bersiap-siap, ibuku yang suka banget ngajak ngobrol orang, memulai percakapan.

Embaknya : (bersiap-siap nge facial wajah ibuku)

Ibuku : (bersiap-siap membuka bahan obrolan)
“Mbak mbak.. Torpedonya banyak yah?”

Embaknya : “Apa bu..??!!”

Ibuku : “Itu loh mbak torpedo”

Embaknya : “Oh, komedo…”

Ibuku : “…” (blushing)

Suatu hari, setelah menceritakan pengalaman tersebut

Ibuku : “Wes tah Nis, Nis, emoh aku mbok kon facial neng kono
maneh, uisin aku. Emboh ketemu mbake maneh”

Anis : “Huwahahahaahaha…”, aku ngakak!

Butterfly song

Kupu-kupu itu bernyanyi
Menuang rindu dalam lagunya
Tak lama dia bertanya
Entah siapa membuatnya berprasangka?
Kerinduan dihembus angin
Bersama itu
Sayap-sayapnya menarikan cinta
Cinta itu berada di belantara hutan yang tak sama
Ingin mengepak sayap meninggi
Menemui belahan jiwanya
Apalah daya apalah asa
Menunggu mungkin adalah yang terbaik baginya
Kupu-kupu pun hinggap di antara bunga
Menanti matahari pagi
Pinta supaya esok kan menggiring kekasihnya berjumpa dengannya

 

 ”Nyanyian kupu-kupu”

Me = Nerdy

Temen-temenku yang udah deket biasanya ngejuluki aku aneh. Unpredictable. Semacam-macam itulah. Hahahaha.. Hal ini bukan berarti bikin aku merasa minder gitu dijulukin nerdy, lah tapi emang iya, aku sedikit gak seperti orang kebanyakan.

Salah satu kebiasaanku : Review mendetail mengenai sesuatu.
Misal nih yah aku suka ama acara tertentu, aku search ampe mendetil tentang acara itu, tokoh-tokohnya, semuanya. Sampe temen-temenku terheran-heran gimanong bisa diem-diem aku ngerti detil lengkap suatu acara, dan bisa cerita panjang kali lebar kali tinggi tentang acara itu ama kehidupan orang-orang di acara itu.

Poker face
Nah ini yang jadi problem. Haduh napa yah aku suka banget nge poker face in wajahku ini. Kesannya jadinya aku kayak kejam gitu pas bercanda. Huhuhuhu. Maafkan aku temans!

Kebiasaan lainnya : Cepet bosen.
Nah ini juga problem. Kalo misal belajar sesuatu yang menantang, aku bisa belajar sangat cepat. Kenapa gitu? Karena penasaran. Karena itu aku pasti belajar terus menerus, berusaha sampe detik-detilnya ampe udah mencapai titik kepuasan tertentu

    .

    Tapi ini nih yang jadi problem.
    Masalahnya titik kepuasanku itu gak tentu.

    Pernah bisa maen gitar, pernah maen keyboard, otodidak gitu semua. Pernah ngerajut, pernah lukisanku jadi salah satu lukisan terbaik di sekolah, pernah ngarang lirik lagu terus masuk nominasi, pernah bikin komik lengkap komplit, pernah ngejahit komplit, dlsb. Ayayah, tapi semua itu hanya history. Tidak bisa dibanggakan. Alasannya satu, sudah tidak merasa tertantang sama sekali. Jadi gak diterusin. Hihihihihi. Mbelgedes.

    Gimana yah gitu itu? Hahahaha. Kayaknya butuh mentor untuk nyemangati aku agar mengeluarkan kemampuanku secara maksimal ;) (c’mon aa ku ini tugasmu hahaha).

    Btw…
    Untuk yang sekarang-sekarang ini, aku lagi suka neliti kosmetik. Aku teliti bahan-bahannya, apa yang bahaya bagi tubuh, apa yang engga. Harganya berapa, beli dimana, siapa yang pernah pake dll.

    Ceritanyaaaa.. Mau beli kosmetik yang aman bagi kesehatan, yang gak berbahaya ke depannya, dan yang harganya lumayan lah..
    Yap udah berbulan-bulan loh aku ublek ublek net demi kosmetik terbaik ini, sampai akhirnya… Malam tadi…

    Saya beristikhoroh mau menentukan kosmetik apa yang kubeli huwahahahaha. Meminta bantuan Allah SWT untuk menentukan yang terbaik.

    Yowes loh, semoga berhasil kali ini! Teruskan ke nerdy an mu nak….!

Lowongan pekerjaan auch

Udah banyak sekali lowongan pekerjaan yang kulayangkan… Hanya demi keinginan, menyusul kakanda ke KL (uhuk uhuk hem hem, ini bukan karena radang loh :P ).

Belum rejeki kali yah sehingga kita belum bersama. Keinget, inget masa-masa dulu, pas kantornya deket, tiap hari pulang bareng, maem bareng, maen bareng.

Kukira setelah aa pulang dari Taiwan aku akan terbebas dari LDR, tapi ternyata kali ini lebih lama, sudah lebih dari satu tahun.

Saat ini gonjang ganjing di hatiku (kayak wayang ajah), menanyai diriku sendiri, bagaimana bisa aku “stuck” dalam kondisi ini? Kondisi yang rentan sekali bagiku untuk kufur nikmat. Bahaya.

Dan sampai kapan?

Kemudian tadi aku membaca web pribadi Cahyadi Takariawan tentang pentingnya kuantitas pertemuan, dan tentang teknologi yang tidak akan bisa menyainginya. Dan tiba-tiba saja air mata ini mengalir, karena itu semua adalah ungkapan isi hatiku.

YM, Skype, telepon, tidak akan bisa mengalahkan pertemuan.

Mencoba untuk bangkit, pura-pura lupa, pura-pura gak butuh, pura-pura tegar gitu deh pokoknya. Tapi pas malem-malem gini nangis huhuhuhu (dasar cengeng).

So.. Alhamdulillah saja lah yang kulantunkan, dan juga doa serta harapan…

Allah tidak akan mendzolimi hamba Nya. Beratus-ratus lamaran itu pasti dilihat sama Allah. Juga berkali-kali interview itu. Juga bertetes-tetes air mata itu. Semuanya disaksikan oleh Allah.

Seyogyanya manusia beriman berkata : Hasbunallahu wa ni’mal wakiil, ni’mal maula wa ni’mannashiiir…

Harus aku cukup-cukupkan kesabaran ini. Tetap sabar, tetap ikhtiar.

Aku yakin sekali, insya Allah, yang terbaik akan datang, untukku… Karena aku telah berusaha sebaik-baiknya.

Man jadda wa jadda, seperti kutipan di negeri lima menara.

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan mendapatkan…..

Aku, orang yang bersungguh-sungguh, aku…. insya Allah akan mendapatkan yang aku perjuangkan. (dan Allah pasti akan membantu orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan-Nya).

Huk huk hm hm

Baru kali ini setelah hampir 2 tahun lamanya, baru saja aku mengalami radang tenggorokan parah. Merah-merah di tenggorokan, panas, dahak tidak bisa keluar. Tenggorokan gatel banget sehingga tidak bisa tidur. Akhirnya setelah penyakit itu berdiam kurang lebih 4-5 hari dalam tubuhku, aku memutuskan ke RS M*C Jakarta.

Baru pertama nyobain dokter umum di M*C, karena pengalaman di RS Jaka**a pernah periksa sakit batuk sedikit, tapi dikasih bunch of medicine oleh dokter tertentu. Parahnya lagi abis itu aku merasa lemas dan sesak. Makanya cobain di MMC barangkali lebih baik, amiiiin.

Unfortunately, dokternya mbeyes. Not my fave dokter. Mungkin karena aku bawaannya sensi aja kali yah, dokter ini kurasa kurang ramah sama pasiennya. Gak banyak omong, gak banyak jelasin pertanyaanku, aku tanya dijawab sepatah-patah, intinya aku gak suka.

Beda sama internis di M*C ketika aku berkunjung dulu. Sudah tua bapaknya, tapi sangaaaaaaaaaaat baeeeeeeekkk dan sabar. Semoga Allah selalu memberkahi bapaknya yang sabar ini.

Tapi salah satu dari resep obat yang dokter yang menurutku kurang ramah tadi telah berhasil membuatku sedikit baikan, not instantly jadi baik sih, tapi alhamdulillah baikan. ^________________^ insya Allah.

Kondisi sementara pilek lek lek. Hatchu-hatchu terus. Tapi sekali lagi berangsur membaik, alhamdulilah ;)

OK mulai mencatat nama dokternya, gak mau sama dokter itu lagi kalo ke M*C. Ngambek.

Ya Allah, maafkan saya, bukannya saya benci yah. Cuman kalo ada dokter yang ramah vs yang gak ramah, saya pilih yang ramah saja. Karena bawaannya orang sakit kan pengen disayang-sayang ;)

Oh iya, biasanya aku suka sangat hati-hati memakan anti biotik. Biasanya sakitku kuobati sama herbal2an gitu. Tapi kok yah ini akhirnya kuminum juga, hiks, bismillah. Soalnya dah parah n sendirian aja. Daripada napa-napa, bismillahirrohmaanirrohimmmm, tiga obat ditelen.

Semoga cepat sembuh ya badanku…!!! *tepuk-tepuk badan sendiri

Ngefans

Ngeliatin potonya tiap hari

Ngeliatin FBnya walo gak ada isinya

Kadang nulis di wallnya

Kadang juga di twitternya

Ngeliatin nomer hapenya di hape

Ngeliatin SMS nya

Keinget-inget terus kapan dia mau datang

Keinget-inget terus semuanya

Senyumnya

Bicaranya

Jalannya

Wajahnya

Barang-barangnya

Seperti bunga matahari yang ngeliatin matahari terus-terusan

Ternyata..

Aku ngefans

Stalker

Akut

:P

Ada sesuatu yang ingin mencuat keluar

Tersekat di kerongkongan

Tertahan, karena sang empu tidak ingin melepasnya

Terdiam dan berkaca-kaca

Melihat TV tapi sebenarnya bukan TV

Melihat komputer dan rasa kantuk pun hilang

Entah mengapa si empu ini terdiam

Diam saja dari tadi

Berpikir terlalu dalam

Tenggelam terlalu dalam

Entah apa yang terjadi

Tapi baiti bukan lagi jannati

Laptop juga bukan lagi penghibur hari

Mungkin kurang aku solat sunahnya

Mungkin kurang membaca Al-Qurannya

Mungkin kurang juga bersih-bersihnya

Dan juga

Setelah sekian lama mencari harapan pada manusia

Ujung-ujungnya tangan ini tetap terangkat ke atas

Berdoa

Hanya Dia yang memiliki segalanya

 

*terhenti sejenak dan insomnia

 

Uhuk uhuk

Entah kecapean atau apa tenggorokanku mulai serak, disusul demam dan sakit di perut. Yap sakit. Tapi aku merasa sakit kali ini ringan karena aku seperti tidak memedulikannya.

Eniwei, bulan ini banyak banget yang harus dipenuhi. Janji dengan teman, SPT, SPT titipan teman, ke BANK, ya Allah bertumpuk-tumpuk. Datasheet yang aku kerjain di kantor sebanyak 200 lembar itu juga bikin aku tidak berdaya (baca : sibuk hahaha).

Alhamdulillah, masih bergerak, berarti masih banyak yang bisa kulakukan. Berarti masih ada arti dari diriku untuk berkarya. Jadi harus tetap semangat dan pura-pura gak lagi sakit. Insya Allah sembuh.

By the way, ibuku ulang tahun 11 Maret ini dan aku belum memberikannya kado yang sepantasnya. Teriring doa untukmu ibu, terimakasih telah membesarkanku hingga aku menjadi seperti sekarang. Memang masih banyak kekurangan dari anakmu ini, tetapi yang penting, aku bahagia. :)

Hiyaaaaaaaaaaaahhh.. Siap-siap bubuk….

Besok semangat lagi.

Lupakan rasa hati yang mengganjal, diikhlaskan.

 

Semangat.

Dahlan Iskan n Me

Sebenarnya saya hanya pernah membaca profilnya sesekali saja. Dulu ketikabeliau menjadi dirut Jawapos, kemudian ketika di PLN, dan terakhir baru saja beberapa hari yang lalu ketika saya melihat sosok menteri BUMN ini di metro TV.

Ketika itu pembahasan mengenai ARUN dan FSRU Belawan di metro TV menarik perhatian saya, maklumlah karena saya mendaftar di salah satu anak perusahaan PGN sebagai junior process engineer,  sudah diterima tinggal tanda tangan kontrak saja dan rencananya saya akan mengerjakan project FSRU di Lampung.

Sesuatu yang sangat menarik perhatian saya adalah pernyataan Dahlan Iskan yang berkata akan memindahkan project FSRU di Belawan, yang telah dimulai  saat ini menuju Lampungkarena beliau berencana memanfaatkan Arun menjadi sumber daya energi di Sumatra Utara. Alias FSRU Belawan coret,  ARUN garis bawah.

Jreng jreng…

Apakah saya akan tetap dihire oleh PGN mengingat saya direncanakan akan mengerjakan FSRU Lampung? Sedangkan sebelum FSRU Lampung ini berjalan FSRU Belawan akan dipindahkan ke FSRU Lampung.

Ya Allah, introspeksi deh.

Niatan saya apakah salah? Ataukah saya terlalu takabur karena terlalu senang akan pindah? Hehehe..

Saya ingin pindah karena saya ingin memaksimalkan kemampuan saya, membantu ibu saya, dan mencari pengalaman untuk bisa menuju KL menyusul suami saya.

Rezeki memang tidak akan tertukar, jadi saya pasrahkan kepada Allah SWT mengenai kepindahan ini.

Juga beristighfar sebanyak-banyaknya, karena kesalahan yang saya perbuat sebagai manusia.

Saya optimis bahwa kejadian ini memberikan hikmah kepada hidup saya bahwasanya apapun bisa terjadi bila dikehendaki oleh Allah SWT.

Sudah mau tandatangan kontrak tapi ada berita ini.

Atau sudah lama bosan kerja yang begini-begini saja tapi tiba-tiba diterima kerja di tempat yang lebih baik (insya Allah).

 

Jadi saya cukupkan dan pasrahkan.

Saya hanya berdoa agar Allah memaafkan saya, dan menjaga saya ketika saya jatuh maupun ketika saya berdiri tegak.

Agar saya selalu mengingat-Nya.

Agar saya senantiasa bersyukur kepada-Nya.

 

Saya titipkan keinginan-keinginan saya, untuk ibu saya, untuk bisa ke KL bersama suami saya, semuanya kepada Allah.

 

:)

Love will find its way

Sedih banget pas ibuk n adekku balik ke Malang.

Seperti ada yang hilang di hatiku.

Seperti hatiku kehilangan sebuah potongannya.

Tapi tetap saja aku mengerti, karena sajak itu sudah lama.

“Ada pertemuan ada perpisahan”, dan aku percaya : “Love will find its way..”

Semoga lain kali bisa bertemu kembali dengan ibuk n adekku :)

Semoga juga, aa ku mau balik ke Jakarta, amin.