Feeds:
Posts
Comments

Episode I

“Triiiittttttttt…”
Anis : “Assalamualaikum.. Ibuk..”
Ibu  : “Waalaikumsalam… Piye nduk?”

(cerita dimulai)

Anis : “Buk.. Anis tadi.. bla bla bla……..”
Ibu  : “….”
Anis : “Halo… ibuk??”

“Tuuuuuuuuuuuutttt……” (sambungan terputus udah dari tadi)

Anis  :”…”

Episode II

(Film diputar)
Anis : (menggerak-gerakkan kursor untuk meningkatkan volume)
Anis : (menambah volume Winampnya)
Anis : (menambah volume di notebooknya)
Anis : (dalam hati) “Kok suaranya kecil banget yah?”
Mata Anis : (baru melihat bahwa headsetnya masih tertancap dengan indah….)

Alamaaaaaakkk……..!!!

Selokan Teknik Sipil

Pengalaman memang guru yang terindah…

Suatu hari di musim kemarau di Surabaya….

***

Hari itu aku pulang bareng sama Irvan, temen sekampus Tekkim setelah TPB Fisika Dasar di gedung Teknik Sipil. Siap menuju kelas berikutnyah yang jaraknya juuaaauuuuuhhhhhhh…….!!  Sepanjang perjalanan kita ngobrolin pelajaran dan lain sebagainya.

Pas itu aku ngeliat ada selokan, emmm cukup besar….. Di sebelahnya selokan pastinya trotoar..!! Dengan ngelewatin selokan itu, aku ga usah muter ke pintu gerbang teknik sipil yang masih panjangggggggggg dan lamaaaaaaaaa….!!! Menghemat kaki lah ceritanya!!

Anis : “Van, van.. aku mau lewat sini ah!.. aku loncat aja yah!”

Irvan : (senyum)

Anis :  (mengambil ancang-ancang) “Hiyaaaaaaaaaaaaaaaaaat….!!!!!”, mencoba melewati selokan dengan melompat.

Tepat di atas selokan yang cukup besar itu…..

Anis: “……”

Anis : (dalam hati) “Oh My God….!! Rok ku kurang lebar…..!!!!”

Anis : (ambles di selokan)

Anis : “Van.. van… tolongin….!!!”

Irvan : “……….”

Irvan : (tersenyum)

Irvan nolongin aku, dan anehnya dia ga komen apa-apa mengenai atraksi melompat dan jatuh ke selokan Teknik Sipil. Dia hanya tersenyum (senyum yang penuh makna??? hihihihii). Dan kita melanjutkan perjalanan ke TPB  berikutnya….

<Udah tahu pake rok span, kok bisa bisa nya melompat @@>

Mr. Hendra and Bu Vivi

Ini die kejadian aneh yang sering menimpaku. Salah sambung!! Berikut cuplikannya (11.52 am, Dec, 25 2009)

“Kringggg…….Teng teng teng (suara bunyi hpku)”

Anis is… sleeping…

“Haduh siapa sih telepon, ga usah diangkat deh!!”, (aku tidur lagi)

“Haduh diangkat deh jangan jangan my mum!”, beranjak dari tempat tidur.

“Halo…”, siapa yah kok nomernya tanpa nama gini ya, dalam hati.

“Hellouuuwwwww…!”, masya Allah suara laki-laki yang mendayu-dayu menjawabku,

“Halo!”, jawabku.

“Ini siapa ya?!”, tanyaku.

“Lhoh.. masa lupa… Lupa apa sengaja dilupakan nich….”, jawabnya.

Nih orang ditanyain balik nanya. Apa pakdeku apa paklekku apa temenku?!!! (bingung)

“Beneran lupa, ini siapa ya??”, aku ngotot.

Dia tertawa kecil. “Haduh, masa lupa.. sengaja dilupain yaa….”

Heeeee??!!!!!

Ampe puanjaaaaaaaaaaaaaaaaaaannggggg dan lamaaaaaaaaaaaaaaaaaa dan ga pentiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnnnnggggg. Bahas kalo aku sengaja lupa ma dia.

At least. “Beneran lupa!!!!!”

“Ini Hendra dari ke******an…”

Dhieeeeeeeeeeeeeenngggggggggggggggg..!!! Siapa eluuuu….??!!!!!! Tanyaku dalam hati.

“Emang cari siapa Pak?!!!”, tanyaku emosi. Siang-siang ganggu istirahatku saja.

“Lhoh ini bu Vivi bukan?”

Gubrakkk!!! Sejak kapan aku ganti nama jadi Vivitur Rohmah @@

“Huweeeeeeeeee salah sambung Pak!!!”, dengan perasaan yang tertumpah ruah aku menjawabnya. Kagak dari tadi bilang cari Bu Vivi.

And then….

“Tut tut tut………”, mana permintaan maafmu T_______________T ga bisa tidur lagi ne……

Bidin n me

I don’t know who he is

But suddenly he appeared on my life

Below is the tragedy:

“treeet.. treeet.. treeet….”

Unanswered calling

I was calling back

“Tuuuuut…..”

I pushed the off button

He called me back

“Halooo?”, he said

“Halooo. Who are you?”

“Heh? ” ( What a silly words!! Who are you?!! I was the one that should tell you who you really are!)

“This is Anis”

“Is this.. Anis… JAMMI?”

“Hah?? Who???”

“Annniss.. JAMMI…”

“Oww.. Anis JMMI ITS (JMMI was one of organizations that I’ve joined in Surabaya )”

“Your number has called me so many times?”

“Hah???!!!” (the blood has come to the head). What do you mean?!!!!”

“Do you ever lend your cellphone to anyone?”

“Haaaaaaaah??!!!!”

“Hei, no.. I’ve never misscalled you!!”

“Ohh… ok then”

“Just erase my number then”, I answered.

“Ok Ok..”

=___=

I awaked from my today weak body with curious feeling. How comeeeeeeeee??!!!

I checked my outgoing calls etc..

None of them prove that I ever know him!!!

I sent him sms, explaining that I am innocent,

“Bla-bla-bla-bla..” (with a very polite and conservative words I told him that I never ever know him, miscalled him, or lend my cellphone to anyone)

and he replied,

“You’re so polite… Just make it my fault, I am sorry”

“Thanks for your understanding”, I replied

“Nice to meet you, I am BIDIN University of XXXXXXXX “

“AnisXXXX XXXXXXX, ITS XX”, I introduced my self too.

He replied,

“Glorious women.. hehehe…” (he took a meaning from my name)

And I didn’t reply…

I think you should know what happened or maybe it just my negative thinking thing…

Back to work…!! ^^

Kurasa hari ini adalah hari terindah dalam hidupku…

Bukan hanya hari ini, tapi setiap hari…

Setiap hari itu indah, bila kau memahaminya…

Keindahan hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang memiliki mata yang indah, yaitu sepasang mata yang selalu bersyukur kepada-Nya. Juga oleh orang-orang yang berhati yang lembut, yang terlalu malu untuk berujar kepada Tuhan bahwa ia tidak mendapatkan yang semestinya.

Mungkin suatu ketika…

Diriku.. Dirimu.. Hanya bisa melihat mendung yang menggantung dan kehidupan yang kacau..

Suatu ketika…

Ketika kita hanya melihat kepiluan dan kekecewaan..

Sadarilah.. Bukan berarti Ia tidak menghembuskan cinta-Nya kepada kita..

Hanya saja..

Hati kita terlalu gelap untuk melihat cinta-Nya..

Maka renungkanlah hari ini, renungkanlah setiap hari, renungkanlah apa yang telah kau nikmati, renungkanlah apa yang telah kau berikan.. Hingga suatu titik muncul ke permukaan…

“Bila kau menghitung nikmat Allah, takkan sanggup kau menghitungnya..”

Ya Allah jadikanlah hamba dan keluarga hamba, orang-orang yang senantiasa bersyukur kepada-Mu… Amin